Download Materi Lengkap Di sini
Kreativitas adalah hasil kerja keras ketika berbagai upaya/latihan untuk berkreasi, sehingga banyak melakukan aktivitas pada saat melakukan kegiatan. Pada saatnya kreativitas akan muncul, apabila seorang banyak melakukan aktivitas maka kreativitas bukanlah sesuatu yang mandiri atau berdiri sendiri atau bukanlah semata-mata kelebihan yang dimiliki oleh seseorang. Kreativitas merupakan bagian dari usaha seseorang dan akan menjadi seni ketika seseorang melakukan kegiatan. Untuk mengaktifkan kreasi siswa bersumber pada pengembangan fantasi dan asosiasi. Fantasi adalah daya untuk menciptakan sesuatu didalam angan-angan, sedangkan asosiasi adalah pembentukan hubungan atau pertalian antara gagasan, ingatan dan kegiatan pancaindera. Kedua prinsip tersebut, siswa dapat dituntun dan dibawa menuju ketingkat ketajaman berkreasi secara bertahap.
Clark Moustakis (1967), berpendapat bahwa kreativitas adalah pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam dan orang lain.
Carl Rogers (1962), menekankan bahwa sumber dari kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasi diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang dan menjadi matang, kecenderungan untuk mengekspresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme. Aktualisasi diri adalah apabila seseorangmenggunakan semua bakat dan talentanya untuk menjadi apa yang ia mampu menjadi mengaktualisasikan atau mewujudkan potensinya.(Munandar 2004: 18).
Kreativitas melibatkan proses berpikir secara divergen (menyebar). Sedangkan kemampuan kreatif dapat dibangkitkan melalui masalah yang memacu lima macam perilaku kreatif: (1) Fluency (kelancaran) yaitu kemampuan mengemukakan ide-ide yang serupa untuk memecahkan suatu masalah, (2) Fleksibility (keluwesan) yaitu kemampuan untuk menghasilkan berbagai macam ide guna memecahkan suatu masalah diluar kategori yang biasa, (3) Originality (keaslian) yaitu kemampuan memberikan respon yang unik atau luar biasa, (4) Elaboration (keterperincian) yaitu kemampuan menyatakan pengarahan ide secara terperinci untuk mewujudkan ide menjadi kenyataan, dan (5) Sensitivity (kepekaan) yaitu kepekaan menangkap dan menghasilkan masalah sebagai tanggapan terhadap suatu situasi. Pada dasarnya siswa perlu melakukan upaya-upaya yang dapat menggali atau memacu perilaku kreatif. Perilaku kreatif tersebut diharapkan dapat memacu kemampuan untuk menghasilkan/mengemukakan, merespon, mewujudkan ide dan menanggapi masalah. (Nursisto 2000)
Pustaka
Munandar,Utami. 2004. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Nursisto. 2000. Kiat Menggali Kreativitas. _ : Mitro gama Widya.
Ayan, Jordan. 2002. Bengkel Kreativitas. Bandung: Miza Media Utama.
Filed under: ARTIKEL, TEORI BELAJAR, TUTORIAL | Tagged: KREATIFITAS, KREATIVITAS, METODE BELAJAR, MODEL BELAJAR, MODEL PEMBELAJARAN | Leave a Comment »







